Disnaker Surabaya, Sosialisasikan Pelatihan Kerja

Pemerintah Kota Surabaya terus berupaya menekan angka pengangguran. Setelah sebelumnya Badan Pemberdayaan Masyarakat (Bapemas) menggelar pelatihan keterampilan bagi para ibu rumah tangga di sejumlah kecamatan, kini giliran Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) yang tengah getol mensosialisasikan pelatihan kerja tahun 2012.

SURABAYA (Suarapubliknews.com)- Kadisnaker Surabaya Dwi Purnomo mengatakan, pelaksanaan pelatihan keterampilan kerja dimulai bulan Mei sampai Desember 2012. Pelatihan dibagi ke dalam dua jenis, yakni pelatihan tambahan untuk mengakses pasar kerja formal dan pelatihan alternatif kelompok masyarakat untuk berwirausaha.

Yang termasuk pelatihan tambahan diantaranya pelatihan komputer akuntansi bisnis, komputer jaringan / LAN, multimedia, pemrograman aplikasi komputer, dan perhotelan. Sedangkan pelatihan alternatif meliputi otomotif, bangunan, las listrik, gulung dinamo, fotografi, mengemudi, perkayuan, sablon, service HP, dan satuan pengamanan (satpam).

"Sepanjang 2012, kami menargetkan 2.900 peserta dengan rincian 1.220 peserta pelatihan tambahan dan 1.680 peserta pelatihan alternatif," ungkapnya.

Mantan Camat Sawahan ini menambahkan, Disnaker telah menginformasikan prosedur pendaftaran ke kecamatan dan kelurahan. Masyarakat yang berminat dapat segera mendaftar ke Disnaker yang beralamat di Jl. Jemursari Timur II no. 2 dengan membawa persyaratan yang telah ditentukan. Persyaratan yang dimaksud ialah calon peserta wajib ber-KTP/KK Surabaya, belum memiliki pekerjaan, berpendidikan minimal SLTA sederajat, laki-laki/perempuan usia 18 s/d 30 tahun untuk mengakses pasar kerja formal dan 18 s/d 45 tahun untuk pasar kerja kelompok masyarakat berbasis wirausaha.

"Jangan lupa membawa surat pengantar dari RT/RW serta kelurahan setempat. Dan satu hal lagi, pelatihan ini gratis tidak dipungut biaya," ujar Dwi.

Sementara itu, Walikota Surabaya Tri Rismaharini menyebut, Surabaya sudah menjadi jujugan investasi dari luar negeri. Untuk itu, warga Surabaya harus mempersiapkan diri agar jangan sampai lapangan kerja di Surabaya diambil oleh para pendatang.

Walikota menyoroti masih banyaknya warga yang malas bekerja. Ia berpendapat jika ini dibiarkan maka akan berujung pada timbulnya masalah sosial. “Saya minta pada semua camat dan lurah agar lebih peka terhadap kondisi warganya. Bila perlu catat minat mereka ingin usaha di bidang apa, kemudian arahkan kepada Disnaker untuk kemudian bisa dibantu” instruksi Risma ketika membuka Sosialisasi Pelatihan Kerja di Graha Sawunggaling, Selasa (10/4). (q cox, Humas KMS)

Share Oleh :


0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)