Pelebaran Jalan Tambak Boyo-Suramadu, Terganjal PT KAI

PT KAI sebagai pemilik lahan yang terkena rencana pelebaran akses jalan Tambak Boyo ke Suramadu, masih enggan untuk melepas asetnya. Akibatnya rencana pembangunannya juga terkatung-katung lantaran masih menunggu hasil negosiasi yang hingga kini masih belum memperoleh ending yang jelas.

SURABAYA (Suarapubliknews.com)- Rencana pelebaran Jalan Tambang Boyo terganjal permasalahan pembebasan lahan. Lahan milik PT KA yang bakal kena lintasan salah satu akses ke Suramadu itu belum mau dilepaskan si empunya. Salah satu objek yang ada di lahan milik PT KA itu adalah Pasar Pacar Keling. Otomatis, bila ada pembebasan untuk Jalan di sana, pasar tersebut mesti direlokasi pula.

Meski masih belum jelas kapan pembebasan lahan dan pembangunan jalan dilakukan, PD Pasar ternyata sudah bersiap. Para pedagang yang berjumlah sekitar 400 sudah mulai diberikan sosialisasi. Diberitahukan pula, seandainya pindah, mungkin bakal ada penambahan 200 pedagang baru. Sebab, lahan baru bakal lebih besar. ”Sejauh ini, pedagang tidak berkeberatan. Sebab, lokasi pasar baru nantinya gak terlalu jauh dari yang lama,” kata Direktur Pembinaan Pedagang Mrabawani S. Binudhi.

Sebagai catatan, selama ini, PD Pasar mesti menyewa lahan pada PT KA. Luasnya sekitar 2.000 meter persegi. Namun, pengelolaan Pasar Pacar Keling masih terletak di tangan PD Pasar. Ke depan, rencananya pasar tetap berada di lahan PT KA yang luasnya 4.000 meter persegi di
sekitar situ. Pembangunan kemungkinan dilaksanakan oleh Kereta Api Property Management, anak perusahaan PT KA.

”Kami sudah melakukan pembahasan mengenai ini. Namun, semua masih bersifat awal,” kata Direktur Teknik dan Usaha PD Pasar Surya Dwi Hary Soeryadi. Meski sudah ada wacana mengenai siapa yang mungkin melakukan pembangunan, tetap saja itu keputusan yang belum final. Besaran yang mesti dibayarkan PD Pasar nantinya juga belum disentuh di forum diskusi
tersebut.

Sebelum relokasi pasar, tahap yang harus dilalui adalah pembebasan. Untuk tahap ini, kata Hary, yang berkompeten untuk menerangkan adalah Dinas Bina Marga dan Pematusan (DBMP) dan PT KAI.

Tepisah, Kepala DBMP Erna Purnawati menyatakan, pihaknya sudah kerap membahas masalah ganti rugi dengan PT KA. Namun, sampai sekarang belum ditemukan titik terang. Apakah nanti ada tukar guling, bayar tunai, atau seperti apa, belum ada kesimpulan.

”Kami sempat mau pinjam pakai. Ternyata mereka juga tidak berkenan,” ujar Erna. Maksud pinjam pakai di sini, Pemkot memakai dulu lahan tersebut sementara pembahasan mengenai ganti rugi terus didiskusikan.

Terkatung-katungnya pembebasan lahan ini berdampak pada tidak sempurnanya lintasan jalan. Sebenarnya, sangat diharapkan dari Pacar Keling sampai Kenjeran ada Jalan yang melintang sebagai pelebaran Tambang Boyo. Yang terjadi sekarang, jalan tersebut terputus mulai
sebelah selatan Jolotundo hingga Jalan Pacar Keling. Padahal, bila rampung, akses ke Suramadu dari Pacar Keling akan lebih gampang dan tidak macet lagi. Ke depan, akan dibangun pula Jalan dari Pacar Keling tembus Dharmawangsa. (q cox)


Share Oleh :


0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)