KPU Pastikan Jatim 11 Dapil

Komisi Pemilihan Umum(KPU) Jawa Timur memastikan tidak merubah jumlah Daerah Pemilihan(Dapil). Meski ada perubahan jumlah kursi di beberapa Dapil berdasarkan perhitungan jumlah pemilih yang telah terdaftar.

SURABAYA(SPNews.com)- Jumlah Dapil dan juga jumlah kursi di Jawa Timur dipastikan tidak ada perubahan.  KPU Jatim memastikan tetap akan menggunakan 11 Dapil di Jatim dan 100 kursi untuk DPRD Jatim. Namun demikian berdasarkan jumlah pemilih yangtelah terdaftar terdapat pergeseran jumlah kursi di dua Dapil.Satu dapil yang jumlah kursinya dikurangi untuk DPRD Jatim. Dan satu dapil lagi mendapat muntahan tambahan satu kursi.

Kepastian ini disampaikan  KPU Jatim saat melakukan pertemuan dengan para pimpinan partai politik (parpol) se-Jatim dan pimpinan ormas, akademisi, LSM, dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jatim di Hotel Equator Surabaya, Kamis (28/2).

"Dapil yang kursi-nya dikurangi itu adalah Dapil VII (Pacitan dan sekitarnya), sedangkan Dapil yang dapat tambahan satu kursi itu adalah dapil X (Lamongan-Gresik)," ungkap Ketua KPU Jatim Andre Dewanto usai rapat koordinasi dan konsultasi publik dalam rangka penataan dapil dan alokasi kursi DPRD Jatim pada pemilu anggota DPR, DPD, dan DPRD 2014, Kamis lalu.

Dengan pengurangan satu kursi itu,lanjut Andre, dapil VII yang pada pemilu 2009 lalu mendapat alokasi 10 kursi, menjadi tinggal 9 kursi untuk pemilu 2014. Sementara, dapil X menjadi dapat 7 kursi untuk pemilu 2014 dari sebelumnya yang hanya diplot 6 kursi.

"Sementara, Dapil lainnya tidak ada perubahan, tetap seperti pemilu 2009" terang Andre. Total jumlah kursi untuk DPRD Jatim pada pemilu 2014, kata dia, tetap 100 kursi.

Yang menarik, perubahan jumlah kursi di dua Dapil tersebut dilakukan karena terjadi perubahan jumlah penduduk di Jatim. Sejumlah kabupetan/kota yang berada di Dapil VII diketahui jumlah penduduknya justru turun. Termasuk Pacitan dan sekitarnya yang dulu menjadi Dapil-nya putra Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Edhi Baskoro Yudhoyono pada pemilu 2009.

Daerah lain yang jumlahnya diketahui berkurang adalah Nganjuk dan Probolinggo. Padahal, data jumlah penduduk yang dipakai untuk menetapkan kursi tersebut adalah Data Agregat Kependudukan (DAK2) 2013.

"Lha, gimana lagi, wong datanya seperti itu. Pedoman kita kan pada DAK2 itu," tutur Andre.
Ia lalu menerangkan bahwa untuk menentukan dapil dan jumlah kursi per dapil,pihaknya melihat dulu jumlah penduduk sesuai DAK2 2013 yang diserahkan pemerintah. Diketahui, penduduk Jatim berjumlah 37.269.885 jiwa.

Dari jumlah itu kemudian dibagi 100 kursi provinsi yang jadi jatah Jatim. Sehingga, diketahui Bilangan Pembagi Pemilih daerah (BPPd) sebanyak 372.698 jiwa per kursi. "Dari BPPd itulah, kita kemudian menentukan kuota kursi yang dimiliki masing-masing dapil sesuai dengan jumlah penduduk yang ada," tutur dia.

Dari 11 Dapil di Jatim, terang dia, Dapil I yang meliputi wilayah Surabaya dan Sidoarjo tercatat paling besar sendiri. Dapil ini juga dapat kuota kursi terbanyak dibanding dapil lain, yakni 12 kursi. Sesuai DAK2, tambah dia, jumlah penduduk Surabaya tercatat sebanyak 2.71.859, sedang Sidoarjo tercatat sebanyak 1.748.276 jiwa atau totalnya sebanyak 4.468.134 jiwa.

Dengan begitu, kata dia, dapil ini sebenarnya hanya mendapat alokasi 11 kursi penuh sesuai kekuatan BPPd, tapi karena masih memiliki sisa penduduknya tercatat 365.455 jiwa atau mendekati BPPd setelah dibagi, maka dapil ini dapat tambahan satu kursi lagi karena sisa daerah lain kalah banyak. Sehingga genap mendapat 12 kursi.

"12 kursi untuk satu dapil, itu adalah angka maksimal karena tidak ada Dapil yang dapat lebih dari 12 kursi," jelas dia.

Rumus penghitungan itu juga, kata dia, dilakukan pada dapil lain. Sehingga, untuk dapil II tetap dapat 8 kursi untuk DPRD Jatim, dapil III (8 kursi), dapil IV (9 kursi), dapil V (9 kursi), dapil VI (11 kursi), dapil VII (9 kursi), dapil VIII (8 kursi), dapil IX (6 kursi), dapil X (7 kursi), dan dapil XI (10 kursi).

Sementara itu, sejumlah partai yang datang rata-rata mengamini dan menyetujui rumusan yang dibuat KPU Jatim. "Saya setuju, Cuma tolong pijakan data penduduk itu dipastikan, biar nanti tidak ada gugatan di kemudian hari," tegas Wakil Ketua DPD PDIP Jatim Suhandoyo.

Meski begitu, Suhandoyo agak sedikit protes meski dapil X diberi tambahan satu kursi lagi untuk DPRD Jatim. Sebab, jumlah penduduk Lamongan yang tercatat di DAK2 hanya sebanyak 1,2 juta jiwa, padahal riel di lapangan sebanyak 1,45 juta jiwa. "Mestinya, dapil X itu dapat tambahan satu kursi lagi jadi 8 kursi," kata dia.

Tapi Andre tidak mau mengubahnya.Karena,pijakan pihaknya adalah DAK2 yang diberikan oleh pemerintah dan datanya seperti itu. "Kalau kita rubah, nanti kita disalahkan," tutur Andre. Dalam kesempatan itu, pihaknya dalam menentukan rumusan dapil dan jumlah kursinya mendasarkan pada sumber Surat Keputusan KPU-RI nomor 8/2013.

"Namun begitu, apa pun nantinya tetap kita bawa ke KPU-RI untuk dijadikan peryimbangan," tutur dia. (q cox,I)

Share Oleh :


0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)