Prediksi Golput di Surabaya, Akan Naik Hingga 50%

Mekanisme berbelit pada proses screning Daftar Pemilih Tetap(DPT) pada Pemuli 2014 mendatang disinyalir akan menambah angka Golput warga Surabaya. Sejumlah politisi DPRD Surabaya pesimis Pemilu tahun depan akan berjalan sukses.

SURABAYA(SPNews.com)- Kerumitan  mekanisme screning daftar pemilih pemilu 2014, terutama terkait dengan e-KTP dinilai akan menyebabkan banyak warga masyarakat yang tidak terdaftar di DPT. Hal ini terutama berkaitan langsung dengan masih banyaknya warga Surabaya yang belum mempunyai e-KTP, sehingga tidak masuk dalam DPT pemilu 2014.

"Akibatnya masyarakat akan lebih memilih untuk Golput dari pada mengurus e-KTP yang rumit," kata anggota legislatif Camelia Habiba.

Diprediksi Camelia, jumlah Golput di Surabaya bakal mencapai 50 persen pada pemilu 2014 nanti."kalau melihat Pilwali kemarin hampir 45 persen, mungkin sekarang jadi 50%," terangnya.

Selain itu, banyaknya Golput dalam Pemilu 2014 nanti, lanjut Camelia politikus PKNU yang dikabarkan loncat pagar ke partai lain ini, ada banyak daerah putih atau daerah sengketa yang masyarakatnya tidak memiliki KTP.

"padahal mereka juga bagian dari warga Surabaya dan warga negara Indonesia," terangnya.
 namun demikian akibat dari ketidak akuratanb ini, Camelia berharap agar KPU Surabaya dan pemkot memberikan kesempatan bagi warga untuk memperbaharui KTPnya menjadi e-KTP sehingga bisa masuk DPT.

"Saya harap Pemkot dan KPU melakukan kebijakan tertentu agar semua warga berkesempatan menunaikan hak politiknya di Pemilu. beri kesempatan mereka agar masuk ke DPT,"tegasnya.

Menurut data, beberapa daerah karena sejumlah kesenjangan sosial berencana menjadikan daerahnya sebagai daerah putih golput. Seperti kawasan tambak bayan yang sebagaian masyarakatnya dari keturunan Tionghoa yang kesulitan membuat KTP.(q cox.Gn)


Share Oleh :


0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)