BNNP Jatim Musnahkan Barang Bukti Sabu-Sabu 1 Miliar

Barang bukti narkoba jenis sabu-sabu seberat 534 gram yang diamankan Badan Narkotika Nasional Propinsi (BNNP) Jatim dari enam tersangka yang ditangkap beberapa waktu lalu, akhirnya dimusnahkan.

SURABAYA (SPNews.com)-
Pemusnahan barang bukti sabu-sabu senilai Rp. 1 miliar itu, dilangsungkan di kantor BNNP Jatim, Jumat (8/2), dengan disaksikan ketua RT setempat, ketua RW setempat, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim, Bea dan Cukai Juanda, Direktorat Narkoba Polda Jatim, dan keenam tersangka narkoba yang tertangkap.

Mengenakan pakaian tahanan warna biru dan bertuliskan BNN di punggung, keenam tersangka itu hanya bisa terdiam dan turut menyaksikan kegiatan pemusnahan narkoba ini. Para tersangka diminta untuk mengamati dengan seksama, ketika petugas BNNP Jatim melakukan pengujian kadar metametamin dari masing-masing sabu-sabu yang dibungkus menjadi enam bagian dengan berat yang berbeda-beda.

Kepala BNNP Jatim, Irjen Pol. Drs. Iwan Abdullah Ibrahim menjelaskan, untuk melakukan pengujian kadar metametamin yang terkadung dalam sabu-sabu itu, menggunakan dua metode. Pertama, menggunakan metode spot test simon dan metode kedua adalah spot test marquis.

"Apabila sampel sabu-sabu dari enam bungkus yang diambil secara bergantian ini ditetesi zat kimia khusus, kemudian berubah warna menjadi biru, maka sabu-sabu itu kualitasnya rendah. Metode yang digunakan adalah metode spot test simon," ujar Iwan.

Ketika sampel sabu-sabu itu ditetesi zat khusus dan kemudian cairannya berubah menjadi coklat kehitaman, lanjut Iwan, maka kualitas sabu-sabu itu sangat bagus. Petugas pun menggunakan metode spot test marquis untuk pengujian jenis ini.

Selain menjelaskan metode pengujian yang dilakukan petugas untuk mengetahui kualitas sabu-sabu dan membuktikan adanya kandungan metametamin dari sampel barang bukti, Iwan pun menjelaskan mengapa pemusnahan barang bukti narkoba ini begitu cepat.

"Mengacu pada pasal 91 UU No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika, jaksa penuntut setelah menerima pemberitahuan tentang penyitaan barang bukti narkoba dari penyidik Kepolisian atau penyidik BNN, dalam waktu paling lama 7 (tujuh) hari wajib menetapkan status barang sitaan Narkotika dan Prekursor Narkotika untuk kepentingan pembuktian perkara," ungkap Iwan.

Masih menurut Iwan, barang sitaan narkotika dan prekursor narkotika yang berada dalam penyimpanan dan pengamanan penyidik yang telah ditetapkan untuk dimusnahkan, wajib dimusnahkan dalam waktu paling lama 7 (tujuh) hari terhitung sejak menerima penetapan pemusnahan dari jaksa penuntut. Kemudian, Penyidik wajib membuat berita acara pemusnahan dalam waktu paling lama 1 x 24 jam sejak pemusnahan tersebut dilakukan dan menyerahkan berita acara tersebut kepada penyidik BNN atau penyidik Kepolisian.

Dengan tertangkapnya keenam tersangka ini, BNNP Jatim juga mengamankan empat orang tersangka, beberapa waktu lalu. Analisa BNNP Jatim sementara, keempat orang tersangka itu anggota jaringan pengedar narkoba antar kota, termasuk keenam tersangka yang sudah ditangkap sebelumnya.

Menanggapi hal itu, Iwan Abdullah Ibrahim menjelaskan, pemeriksaan terhadap keempatnya masih terus dilakukan. Satu dari empat tersangka yang akhirnya tertangkap itu berinisial SN (27) hingga saat ini masih dalam pemeriksaan intensif penyidik BNN.

"Dibandingkan tiga tersangka yang tertangkap itu, penyidik menilai jika peran SN sangat penting dalam jaringan pengedar narkoba ini. Yang sedang dipelajari tentang peran SN dalam organisasi ini adalah sebagai pihak yang bertugas melakukan praktek pencucian uang dari hasil penjualan narkoba kelompok ini," jelasnya.

Sebagai indikasi jika kelompok ini mempunyai omset yang cukup besar adalah, penyidik berhasil mengidentifikasi harta kekayaan 10 tersangka yang tertangkap ini. Tindakan yang dilakukan adalah melakukan penyitaan asset enam tersangka sebelumnya, senilai Rp. 4 miliar.

Dari hasil pengembangan selanjutnya, begitu berhasil menangkap empat orang tersangka, penyidik juga mengidentifikasi harta kekayaan mereka berempat dengan total Rp. 6 miliar. Asset senilai Rp. 6 miliar itu kini sudah disita.

Sekedar diketahui, BNNP Jatim harus melakukannya tiga tahap untuk menangkap enam tersangka. Pertama, penangkapan dilakukan di terminal cargo Juanda, Senin (14/1). Penangkapan kedua dilaksanakan Sabtu (19/1) di parkiran hotel Antariksa. Penangkapan ketiga terjadi Minggu (20/1) di Desa Papring, Klakah, Lumajang.

Enam tersangka yang tertangkap itu bernama Ijul Fadly Ahcmad (34) warga Samarinda Kaltim, Sunardi (49) warga Krembangan Surabaya, Yudi Setiawan (42) warga Krembangan Surabaya, Gatot Setyo Irianto (52) PNS Pelindo 3 Tanjung Perak warga Sedati, Ahyat Malawat alias Ferry (41) warga Batam, Evi Susanti (47) Sedati, Muliati (43) Lubuk Baja, Dio Rahma Putra Irianto (18) Waru.(q cox, Elang)


Share Oleh :


0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)