Polres Sidoarjo, Ambil Alih Kasus Laka Trosobo

Proses penyelidikan dan penyidikan laka lantas yang terjadi di Jalan Raya Trosobo Km. 22, tepatnya jalur putar balik (u-turn) Tanjungsari Desa Sidodadi Kecamatan Taman Kabupaten Sidoarjo dgn titik koordinat : s 7.37'187'; e 112.645'73' itu akhirnya diambil alih Polres Sidoarjo.

SURABAYA (Suarapubliknews.com)
- Kasubdit Bin Gakkum Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jatim, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Ade Safri mengatakan, sementara ini sudah ada beberapa saksi yang diperiksa terkait kecelakaan tersebut. Dari saksi yang sudah dimintai keterangan itu diantaranya bernama Ahmad, kernet bus Harapan Jaya. Selain itu, beberapa warga sekitar Tempat Kejadian Perkara (TKP).

"Setidaknya, sudah ada 10 saksi yang sudah kami mintai keterangan. Kecelakaan ini, untuk penyelidikan dan penyidikannya diambil alih Polres Sidoarjo. Tim penelitian Laka Lantas Terpadu, Subdit Bin Gakkum Ditlantas Polda Jatim saat ini terus meneliti penyebab kecelakaan tersebut," urai Ade.

Menurut Ade, ada beberapa hal yang menjadi perhatian tim laka lantas terpadu Subdit Bin Gakkum Ditlantas Polda Jatim. Pertama, tidak terdapat marka tepi jalan serta tidak terdapat rambu petunjuk putar balik (u-turn) dan tidak terdapat Penerangan Jalan Umum (PJU).  

Kedua, masa uji berakhir 22 juli 2010 yang tertera di plat samping dump truk dump truk bermuatan batu bara dengan nomor polisi W-8286-UD ini melaju dengan kecepatan tinggi, yaitu 87,6 km/jam.

"Fakta lain yang ditemukan tim di lokasi adalah dump truk milik CV. Yani Putra Ekspress ini bermuatan batubara kurang lebih 40 ton. Setelah dilakukan pemeriksaan muatan, ternyata terdapat kelebihan muatan mencapai 7 ton dari batas muatan yang diperbolehkan sebesar 33 ton," ungkap Ade.

Selain itu, lanjut Ade, berdasarkan hasil pemeriksaan Dishub Prov Jatim terhadap alur ban, kanvas dan kedalaman tromol, maka diketahui bahwa gaya pengereman pada ban belakang sebelah kanan lebih rendah dibandingkan ban depan dan belakang sebelah kiri, sehingga pada saat penggereman kendaraan kehilangan gaya pengereman.

Seperti yang diberitakan kemarin, telah terjadi kecelakaan di Jalan Raya Trosobo Km. 22, tepatnya jalur putar balik (u-turn) Tanjungsari Desa Sidodadi Kecamatan Taman Kabupaten Sidoarjo dengan titik koordinat : s 7.37'187"; e 112.645'73", Selasa (7/8) dini hari lalu sekitar pukul 00.30 Wib.

Berdasarkan kesimpulan sementara tim penelitian laka Lantas Terpadu, Subdit Bin Gakkum Direktorat Lalu Lintas Ditlantas Polda Jatim, Puslabfor Polri Cab Surabaya, tim teknis Dishub dan LLAJ Propinsi Jatim, kecelakaan yang terjadi di Raya Trosobo Km. 22, itu akibat human error.

Mengutip pernyataan Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Hilman Thayib menjelaskan, Arif Widodo (30), alamat Jalan Corekan Raya Kaliombo, Kediri yang ketika itu mengendarai dump truk dari arah Timur ke Barat, melaju dengan kecepatan tinggi.

"Pengemudi dump truk bermuatan batu bara dengan nomor polisi W-8286-UD itu mengemudikan kendaraannya dengan kecepatan tinggi. Berdasarkan hasil penelitian tim Laka Lantas Terpadu Subdit Bin Gakkum Ditlantas Polda Jatim, Puslabfor Polri cabang Surabaya, tim teknis Dishub dan LLAJ Propinsi Jatim, kecepatan dump truk diperkirakan 87,6 km/jam," ujar Hilman.

Penghitungan kecepatan dump truk ini, lanjut Hilman, didasarkan dari hasil penghitungan bekas pengereman yang dilakukan kendaraan bus Harapan Jaya sesaat sebelum tumburan terjadi yakni 42,35 m. Sementara, batas maksimum kecepatan seharusnya 80 km/jam.

Lebih lanjut, Kasubdit Bin Gakkum Ditlantas Polda Jatim, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Ade Safri menjelaskan awal terjadinya kecelakaan. Saat itu,  bus Harapan Jaya dengan nopol AG-7850-UR yang berada di posisi tengah lajur, melintas dari arah Barat ke Timur.

"Sesampainya di TKP, Agung Pri Kurniawan (20), warga Ds Kempreng Tanjungsari RT 24 RW 4 Kecamatan Taman Sidoarjo dan Erwin Ainur Rofik (18) warga Desa Kempreng Tanjungsari RT 24 RW 4 Kecamatan Taman Sidoarjo yang ketika itu berboncengan mengendarai Honda Supra dengan nopol L 3149 QY, terjatuh di lajur kanan," ujar Ade.

Melihat hal itu, lanjut Ade, Subali (39), alamat Ds. Jambangan RT.01 RW.01 Kecamatan Papar Kab. Kediri, pengemudi bus Harapan Jaya, kemudian membanting stir ke Kanan sambil melakukan pengereman.

"Ketika itu, bus Harapan Jaya melaju dengan kecepatan tinggi. Diperkirakan kecepatan bus mencapai 87,6 km/jam. Hal ini berdasarkan hasil temuan bekas pengereman yang dilakukan bus Harapan Jaya sepanjang 42,35 m. Akibatnya, tumpuan bus Harapan Jaya bergeser itu akibatkan gaya sentrifugal ke depan dan body bus terangkat serta terbalik ke arah timur dan menimpa pengendara sepeda motor Honda Supra Fit yang terjatuh tadi," tandas Ade.

Masih menurut Ade, pengendara motor Honda Supra Fit terhimpit body kiri bus Harapan Jaya. Pada saat yang sama, body kiri bus ternyata menabrak sepeda motor Yamaha Jupiter dengan nopol S 4345 QN yang berjalan dari arah timur ke barat. Posisi terakhir Yamaha Jupiter ini masuk ke selokan.

"Nah, ketika bus Harapan Jaya menabrak pengendara Honda Supra Fit, body belakang bus yang masih terangkat atau melayang, memasuki arus lalin dari arah berlawanan (Timur ke Barat) dan akhirnya ditabrak dump truk yang melaju dari Timur ke Barat. Kedua kendaraan besar ini kemudian terhenti di jalur arah Timur ke Barat," tandasnya.

Akibat kecelakaan ini, 8 orang meninggal dunia, 9 orang mengalami luka berat, dan  25orang mengalami luka ringan. Untuk kerugian materi diperkirakan sebesar Rp. 200 juta. (q cox,P)

Share Oleh :


0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)