Diklat Lemhanas Kunjungi Surabaya

Kota Surabaya acap kali menjadi tempat jujugan studi banding maupun diklat instansi pemerintah se-Indonesia. Setelah beberapa waktu lalu sempat dikunjungi para peserta Diklat Kepemimpinan, kini Pemkot Surabaya kedatangan tamu dari Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI.

SURABAYA (Suarapubliknews.com)-
Sebanyak 20 peserta dan 6 official diterima Walikota Surabaya Tri Rismaharini dan segenap jajarannya di Ruang Sidang Walikota, Kamis (26/7). Maksud kedatangan mereka adalah dalam rangka Studi Startegis Dalam Negeri, Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) ke-47. Para peserta terdiri dari unsur TNI, Polri, BUMN, Kopertis, LSM, serta dua orang dari mancanegara yakni dari Malaysia dan Zimbabwe.

Pada kesempatan itu, walikota memaparkan banyak hal terkait Kota Surabaya. Utamanya tentang e-Government (e-Gov) yang sudah diterapkan dalam lingkup Pemkot Surabaya. Menurutnya, dengan adanya e-Gov, pengelolaan keuangan daerah dan manajemen pemerintahan di Surabaya berjalan efektif dan transparan.

"Kita bisa lihat semua besaran nominal proyek secara detail di sini, bahkan sampai menyentuh kebutuhan ATK (alat tulis kantor,red). Semua termonitor dengan baik dan antara kegiatan satu dengan lainnya terintegrasi secara on line jadi sangat memudahkan kinerja kami," ungkap Risma sembari menunjukan sistem e-Gov kepada seluruh peserta.

Kecanggihan teknologi juga dimanfaatkan Pemkot Surabaya untuk menunjang kemudahan pengurusan perizinan on line. Walikota menyatakan, dengan beralih ke sistem perizinan on line, ini akan lebih memudahkan masyarakat karena tidak perlu datang, cukup mengakses dari rumah. Selain itu juga memangkas waktu penyelesaian lantaran data dari pemohon langsung disampaikan kepada tim di lapangan secara on line.

"Beberapa jenis perizinan on line diantaranya SIUP (Surat Izin Usaha Perdagangan), IUJK (Izin Usaha Jasa Konstruksi), Izin Praktek Tenaga Medis, dan Izin Tanda Pencari Kerja. Semua persyaratannya dapat dilakukan secara on line sedangkan beberapa perizinan tertentu memang harus menyertakan persyaratan secara langsung," ungkap walikota perempuan pertama di Surabaya ini.

Usai paparan, walikota terlibat tanya jawab dengan para peserta yang datang dari berbagai daerah di Indonesia itu. Pimpinan rombongan Laksda TNI Sukatno menjelaskan, Lemhannas merupakan lembaga non kementerian yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Presiden. Surabaya adalah salah satu dari sekian daerah yang dikunjungi dalam rangkaian studi strategis dalam negeri ini.

"Kami mengucapkan beribu terima kasih kepada Walikota Surabaya beserta segenap jajarannya. Hari ini kami berhasil menghimpun data yang kami perlukan untuk penyusunan laporan. Laporan tersebut akan dipaparkan di hadapan Gubernur Lemhannas dan selanjutnya disampaikan sebagai masukan kepada Presiden," pungkas Sukatno.(q cox, humas KMS)

Share Oleh :


0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)